Rabu, 20 Februari 2013

Materi Kewirausahaan


PENJELASAN MATERI KEWIRAUSAHAAN
SMK NEGERI 3 PONTIANAK
Mengevaluasi Hasil Usaha
 

Nama  : Ervi
se
Kelas   : XII AK 1
Email  : ervihoran@gmail.com



Peta Konsep :
  1. Evaluasi Hasil Usaha
Evaluasi usaha merupakan tahap yang sangat penting di dalam manajemen usaha atau bisnis untuk memberikan  feedback atas pelaksanaan suatu kegiatan yang telah direncanakan agar pelaksanaannya berada pda jalur yang benar.
Evaluasi usaha yang baik adalah evaluasi yang memberikan dampak positif pada perkembangan suatu program-program kinerja usahanya. Oleh karena itu, sistem dan proses eveluasi harus mampu menjelaskan atau mengungkapkan dan memberi gambaran tentang keberhasilan usaha atau bisnis yang sesuai dengan tujuannya.

  1. Analisis Rasio Keuangan
Analisis rasio merupakan teknik atau alat pengukur prestasi perusahaan dalam hal menentukan tingkat likuiditas, solvabillitas, keefektifan operasi, serta derajat keuntugan perusahaan. Rasio menggambarkan suatu hubungan atau perimbangan suatu jumlah tertentu dengan jumlah yang lain dan dengan menggunakan alat analisis. Rasio ini akan dapat menjelaskan atau menggambarkan kepada penganalisisnya tentang baik atau buruknya keadaan atau posisi keuangan pada suatu perusahaan terutama apabila angka rasio tersebut dibandingkan dengan angka rasio pembanding yang digunakan sebagai standar.

  1. Likuiditas, Solvabilitas, Rentabillitas, Aktivitas
  1. Likuiditas
Likuiditas adalah keampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangannya pada saat ditagih.
Tujuan rasio Likuiditas adalah untuk menganilis dan menginterprestasikan posisi keuangan jangka pendek, untuk mengecek efektivitas modal kerja yang digunakandalam perusahaan.
Berikut adalah rasio pengukuran likuiditas :
1.      Current ratio
Current ratio adalah rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan memenuhi utang lancarnya dengan aktiva lancarnya.
2.      Quick ratio (acid test ratio)
Quick ratio ini mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya dengan tidak memperhitungkan nilai persediaan, karena persediaan dianggap kurang cepat dapat dijadikan uang. Sehingga rasio ini hanya membandingkan antara harta lancar selain persediaan barang dengan utang lancar.
3.      Cash ratio
Cash ratio adalah rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan memenuhi utang lancarnya dengan menggunakan aktiva yang paling lancar yaitu kas dan efek.
4.      Working capital to total assets ratio
Working capital to total assets ratio digunakan untuk mengukur likuiditas dari total aktiva dan posisi modal kerja neto.

  1. Solvabilitas
Solvabilitas suatu perusahaan adalah kemampuan perusahaan untuk membayar utang dalam jangka pendek dan jangka panjang. Tujuan rasio Solvabilitas untuk mengukur dan menganalisis posisi keuangan jangka panjang dan hasil operasinya.
Berikut adalah rasio pengukuran Solvabilitas :
1.      Debt ratio
Debt ratio adalah kemampuan menutupi seluruh utangnya dengan asset yang dimiliki.
2.      Debt to equity ratio
Debt to equity ratio adalah kemampuan perusahaan menutupi seluruh utangnya dengan modal yang dimiliki.
3.      Long term debt to equity ratio
Long term debt to equity ratio adalah kemampuan perusahaan menutupi seluruh utang jangka panjang dengan modal sendiri.

  1. Rentabilitas
Rentabilitas perusahaan adalah kemampuan suatu perusahaan untuk menghasilkan laba dari sejumlah dana yang diinvestasikan, untuk periode atau jangka waktu tertentu. Tujuannya untuk mengukur prestasi perusahaan dalam hal mendapatkan keuntungan atau Rentabilitas usaha atas modal yang kita gunakan.
1.      Rentabilitas ekonomi
Rentabilitas ekonomi adalah penjualan barang dagangan antara laba usaha dengan modal sendiri dan modal asing yang digunakan untuk menghasilkan modal tersebut.
2.      Rentabilitas modal sendiri
Rentabilitas modal sendiri adalah perbandingan antara jumlah laba yang tersedia bagi pemilik modal sendiri dan jumlah modal sendiri yang menghasilkan laba tersebut.

  1. Aktivitas
Ratio Aktivitas digunakan untuk menghitung sejauh mana efektifitas manajemen dalam mengelola sumber-sumber dana perusahaan dalam satu periode.
  1. Inventory turn over
Inventory turn over adalah kemampuan perusahaan dalam menggunakan persediaannya secara efisien.
  1. Asset turn over
Asset turn over adalah kemampuan perusahaan dalam menggunakan asetnya secara efisien. Rasio ini digunakan untuk mengetahui peputaran harta perusahaan dalam satu periode usaha atau periode berproduksi.
  1. Receivables turn over
Receivables turn over adalah kemampuan perusahaan dalam memperhitungkan piutangnya secara efisien.

  1. Laporan Perusahaan
Laporan-laporan keuangan adalah laporan-laporan yang berisi informasi tentang kondisi keuangan dari hasil operasi perusahaan pada periode tertentu. Umumnya, laporan keuangan terdiri dari neraca, laporan rugi laba, dan laporan perubahan modal atau posisi keuangan.

  1. Pelaksanaan Kegiatan Usaha + Analisis Laporan Keuangan
Laporan kegiatan usaha adalah penyampaian informasi, sehingga tercipta komunikasi antara yang melaporkan dan pihak yang diberi laporan. Pada dasarnya yang perlu dianalisis dalam pelaksanaan kegiatan usaha, adalah sebagai berikut :
  1. Bidang kegiatan usaha
  2. Rugi/laba
  3. Bidang keuangan
  4. Bidang permodalan
  5. Bidang administrasi dan pembukuan
  6. Bidang ketenagakerjaan
  7. Bidang pemasaran
  8. Bidang organisasi
Analisis laporan keuangan adalah evaluasi atau penafsiran neraca dan daftar perubahan posisi keuangan perusahaan. Analisis laporan keuangan digunakan untuk mengadakan penilaian atas keadaan keuangan perusahaan.

  1. Rencana Pengembangan Usaha
Komunikasi merupakan kunci utama keberhasilan di dalam bisnis dan memperbanyak relasi bisnis. Keterampilan di dalam berkomunikasi dengan badan-badan usaha lainnya merupakan modal dasar suatu keberhasilan didalam usaha.
Negosiasi merupakan ujung tombal bagi keberhasilan dalam bisnis. Para pengusaha besar sebagian waktunya dipergunakan untuk bernegosiasi dengan mitra usahanya. Oleh karena itu, para pengelola usaha perlu meningkatkan dan merumuskan tentang bagaimana cara untuk memenangkan suatu negosiasi dalam bisnis.

  1. Faktor Pendukung
Faktor- faktor pendukung kegiatan usaha dapat disebutkan sebagai berikut :
a.       Faktor manusia
b.      Faktor keuangan
c.       Faktor permodalan
d.      Menurut sumbernya :
1.      Modal sendiri
2.      Modal asing
e.       Menurut lama penggunaannya :
1.      Modal pasif jangka pendek
2.      Modal pasif jangka panjang
f.       Faktor organisasi
g.      Faktor perencanaa
h.      Faktor mengatur bisnis
i.        Faktor pajak dan asuransi
j.        Faktor fasilitas pemerintah
k.      Catat bisnis

  1. Faktor Penghambat
Faktor- faktor penghambat kegiatan usaha dapat disebutkan sebagai berikut :
a.       Kurangnya pengalaman didalam usaha
b.      Tidak tepat atau cocok memilih jenis usaha
c.       Tidak adanya perencanaan usaha yang tepat
d.      Keuangan atau permodalan usaha kurang sekali
e.       Tidak adanya ketertarikan pada bidang usaha yang sedang digelutinya
f.       Tidak ada dukungan dari pemerintah daerah
g.      Tidak mempunyai keahlian didalam usaha
h.      Tidak mempunyai semangat kewirausahaan
i.        Tidak percaya pada kemampuan diri sendiri

  1. Rencana Usaha
Perencanaan adalah fungsi manajemen yang berhubungan dengan pemilihan visi, misi dan tujuan, strategi, kebijakan, prosedur, aturan, program dan anggaran. Dari pengertian di atas sekarang dapat didefinisikan arti perencanaan usaha yaitu sebagai proses penentuan visi, misi dan tujuan, strategi, kebijakan, prosedur, aturan, program dan anggaran yang diperlukan untuk menjalankan suatu usaha atau bisnis tertentu. Jadi dalam perencanaan usaha terkandung adanya:
1) Visi, yaitu cita-cita masa depan perusahaan yang akan melakukan usaha tersebut.
2) Misi adalah maksud khas atau unik dan mendasar yang membedakan perusahaan dengan perusahaan lain serta mengidentifikasikan ruang lingkup kegiatan usaha/perusahaan yang bersangkutan.
3) Tujuan adalah hasil yang ingin dicapai dari usaha/perusahaan tersebut.
4)Strategi adalah cara yang ditempuh untuk mencapai tujuan usaha dengan melibatkan semua sumberdaya atau faktor produksi yang dimiliki. 

  1. Tujuan Usaha
Tujuan merupakan pernyataan tentang keadaan yang diinginkan di mana organisasi atau perusahaan bermaksud untuk mewujudkannya dan sebagai pernyataan tentang keadaan di waktu yang akan datang dimana organisasi sebagai kolektivitas mencoba untuk menimbulkannya. Tujuan dari usaha ini adalah untuk mendapat keuntungan sebanyak-banyaknya dengan mengorbankan sekecil-kecilnya.

  1. Siapa Berani Coba

a. Apa yang dimaksud dengan Rentabilitas?
Jawab :
Rentabilitas perusahaan adalah kemampuan suatu perusahaan untuk menghasilkan laba dari sejumlah dana yang diinvestasikan, untuk periode atau jangka waktu tertentu.

b. Apa yang dimaksud dengan Likuiditas?
Jawab :
Likuiditas adalah keampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangannya pada saat ditagih

c. Sebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi Rentabilitas perusahaan!
Jawab :
Menurut  Riyanto (2001:36) faktor-faktor yang mempengaruhi  rate of
return (Rentabilitas) adalah:
a. Volume penjualan
Dengan semakin bertambahnya penjualan maka akan
menaikan volume pendapatan yang diperoleh perusahaan sehingga biaya-biaya
akan tertutup juga. Hal ini mendorong perusahaan untuk mengefektifkan modal
untuk mengembangkan usahanya.
b. Efisiensi penggunaan biaya
Modal yang diperoleh perusahaan untuk mengembangkan usahanya
harus dipelihara dan dipertanggungjawabkan secara terbuka. Dengan kata lain
penggunaan modal harus digunakan untuk usaha yang tepat dengan pengeluaran
yang hemat sehingga keberhasilan usaha akan tercapai secara tidak langsung
pula akan mempengaruhi tingkat rentabilitas.
c. Profit margin
Profit margin adalah laba yang diperbandingkan dengan penjualan. Profit margin digunakan untuk mengukur tingkat keuntungan yang dapat
dicapai oleh perusahaan berkaitan dengan penjualan perusahaan.
d. Struktur modal perusahaan
Struktur modal adalah pembiayaan pembelanjaan permanen perusahaan
yang terutama pada hutang jangka panjang, saham preferen dan modal saham
biasa, tetapi tidak termasuk hutang jangka pendek.

d. Apa yang dimaksud dengan inventory turn over?
Jawab :
Inventory turn over adalah kemampuan perusahaan dalam menggunakan persediaannya secara efisien.

e. Apa maksud istilah �berdiri di tempat� dalam kewirausahaan?
Jawab :
berdiri di tempat dalam kewirausahaan diartikan seperti perasaan takut untuk mengambil resiko dan hanya bisa diam menunggu keadaan, hanya berdiri di tempat takut untuk melangkah.

Minggu, 02 Desember 2012

Tugas Kewirausahaan


RESUME KEWIRAUSAHAAN
HALAMAN 54-64
Mata Pelajaran         : Kewirausahaan
Kelas/Jurusan           : XII AK 1
Sekolah                     : SMK NEGERI 3
Nama                         : ERVI
Web/Blog                  : ervimhiw.blogspot.com


A.     RESUME


3.    Strategi Pemetaan Produk (Product Mapping)
Sebuah usaha dapat sukses karena dibangun melalui pemikiran skala industri, dan dijalankan dengan jelas baik dari segi skala organisasi, usaha maupun jangkauan pasarnya. Pada umumnya suatu perusahaan terlebih dahulu akan melakukan pemetaan posisi perusahaan terhadap pasar, khususnya terhadap pesaing yang paling potensional.
Banyak wirausaha yang sulit berkembang karena tidak mengetahui pesaing usaha paling potensional yang harus dihadapi. Kebanyakan dari mereka hanya berkonsentrasi pada tingkatan masing-masing agar dapat lolos dari ketatnya persaingan pasar. Oleh karena itu, sebelum menjalankan usahanya, sebaiknya wirausaha membuat hieraki pemetaan produk (hierarchy of product mapping). Setelah itu baru dilanjutkan dengan pemetaan kualitas, harga dan popularitas produk sehingga tercipta rencana usaha yang baik.

4.    Strategi Pemetaan Kualitas dan Harga Pasar untuk Mengetahui Posisi Produk di Pasar
Salah satu faktor penyebab kegagalan ketika usaha sudah mulai berjalan adalah ketidaktahuan akan posisi kualitas dan harga produk di tingkatan pasar pesaingannya. Semakin mengetahui posisi strategis produk di pasar, akan mempermudah wirausaha menjalankan, memperbaiki strategi, dan menyusun rencana usahanya.
Konsep pemetaan kualitas dan harga antara produk-produk di pasar adalah dengan membandingkan kualitas produk dengan harga. Konsep pemetaan ini disebut Value-Based Pricing. Sebagai acuan pemetaan digunakan kualitas produk pesaing yang sering dibeli konsumen dengan harga rata-rata pasar.

5.    Mengetahui Teori Permintaan dan Penawarn (Supply and Demand Theory)
Salah satu teori yang harus dikuasai seorang wirausaha dalam mempersiapkan strategi menjalankan usah adalah teori permintaan dan penawaran (supply and demand theory). Ketidakmengertian teori ini dapat mempengaruhi mekanisme pengambilan kebijakan harga dan keseimbangan pasar produknya.
Mekanisme harga di pasar adalah proses yang terjadi karena adanya tarik menarik antara konsumen yang ingin memiliki suatu produk yang ditawarkan produsen dengan harga yang membuat semua pihak merasa terpuaskan. Harga merupakan hasil (laba) dari keseimbangan tarik-menarik di pasar (penewaran dan permintaan).  Harga barang akan naik jika permintaan barang dari konsumen lebih besar dari barang yang ditawarkan oleh perusahaan di pasar. Begitu pula sebaliknya, bila permintaan barang melemah harga barang akan turun. Itulah yang disebut dengan mekanisme harga yang dipengaruhi oleh perilaku konsumen.

a.    Perilaku konsumen dan permintaan suatu produk di pasar
Perilaku konsumen terhadap suatu barang akan menimbulkan permintaan di pasar. Hal ini yang menjadi dasar dari Hukum Permintaan, yaitu bila harga barang naik, jumlah barang yang diminta konsumen akan menurun, dengan kondisi ceteris paribus (semua faktor lain yang mempengaruhi permintaan adalah tidak berubah). Begitu juga sebaliknya jika harga suatu barang turun, permintaan akan mengalami kenaikan. Hal ini terjadi karena ada 2 anggapan pokok untuk dapat mewujudkan Hukum Permintaan, yaitu :
1)  Kepuasan setiap konsumen dapat diukur dengan uang atau satuan terukur lainnya seperti volume, berat, panjang, dan lain-lain. Pendekatan itu disebut dengan Marginal utility.
2)  Tingkat kepuasan konsumen dapat lebih tinggi atau lebih rendah. Oleh karena itu, pendekatan konsumen tidak bisa dipastikan atau diukur (Indifference Curves).

b.    Mekanisme harga di pasar
The Law of Diminishing Return adalah hukum yang menyatakan bahwa bila suatu macam input ditambah dengan penggunaanya sedangkan input lainnya tetap, maka tambahan output yang dihasilakan dari setiap unit input (nilai tambah) yang ditambahkan akan meningkatkan tetapi kemudian akan menurun bila input tersebut terus ditambah.


6.   Mengenal Perilaku Konsumen dalam Menentukan Strategi Pemasaran dan Promosi
Terkadang konsumen mengatakan bahwa ia membutuhkan dan menginginkan sebuah produk, tetapi yang terjadi adalah sebaliknya. Pemasar perlu mempelajari keinginan, persepsi, preferensi dan perilaku konsumen yang sebenarnya dalam membeli produk yang dibutuhkannya.

a.      Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen

1)   Faktor Budaya
Faktor budaya dari target konsumenn yang dibidik sangat penting untuk diketahui dalam proses pembuatan dan perencanaan strategi pemasaran. Faktor ini sangat mendasar dalam menentukan perilaku pembelian. Contohnya , bangsa Indonesia gemar daging sapi, berbeda dengan bangsa India yang mayoritas melarang untuk memakan daging sapi.

     2)    Kelas Sosial
Budaya feodalisme yang diwariskan sejak zaman dahulu sulit dihilangkan dan menjadi permasalahan kelas sosial yang melekat dalam kebudayaan Indonesia. Kelas sosial menentukan perilaku pembeian masyarakat, di mana anggota kelas sosial dibesarkan dengan sistem, tata krama, karakter dan gaya yang berbeda.
Kelas sosial terbagi atas :
a) kelas sosial atas
b) kelas sosial atas-menengah
c) kelas sosial atas-bawah
d) kelas sosial menengah-menengah
e) kelas sosial menengah-bawah
f) kelas sosial bawah-bawah

Kelas sosial yang digolongkan dan diidentifikasikan dari :
a)    Tingkat pendapatan
b)    Fasilitas yang dimiliki
c)    Jabatan dan tingkatannya
d)    Posisi di masyarakat
e)    Tempat tinggal
f)     Kebiasaannya


     3)    Keluarga

Keluarga juga dapat mempengaruhi perilaku pembelian seseorang.

4)    Usia dan tahap siklus hidup

Perilaku belanja seorang konsumen berusia muda akan berbeda dengan konsumen berusia tua. Oleh karena itu, terdapat produk yang digolongkan berdasarkan usia dan siklus hidupnya, seperti produk untuk balita dan anak-anak yang berbeda dengan gaya remaja, produk remaja dengan produk dewasa, dan produk dewasa dengan produk orang tua.

5)    Jenis pekerjaan
Jenis pekerjaan juga mempengaruhi perilaku pembelian. Perilaku belanja seorang dosen akan berbeda dengan seorang insinyur, perilaku belanja seorang dokter berbeda dengan seorang pengacara, dan seterusnya.

6)    Kondisi Ekonomi
Orang yang kondisi ekonominya baik akan berbeda perilaku konsumsinya dengan orang yang kondisi ekonominya lemah.

7)    Gaya Hidup
Gaya hidup orang kota akan berbeda dengan orang desa.

b.     Proses keputusan pembelian
Proses seseorang mengambil keputusan untuk memberi suatu produk merupakan salah satu hal yang harus dipelajari oleh seorang wirausaha, khususnya dalam menentukan strategi promosinya. Ada lima peran yang dimainkan seseorang dalam mengambil keputusan pembelian, yaitu :
1)    Pencetus ide (initiator), yaitu orang yang pertama kali mengusulkan untuk membeli suatu barang atau jasa tertentu.
2)    Pemberi pengaruh (influencer), yaitu orang yang pendapatnya dapat mempengaruhi keputusan pembelian seseorang.
3)    Pengambil keputusan (decider), yaitu orang yang memutuskan untuk membeli atas input, pengaruh dan pemikirannya sendiri.
4)    Pembeli (buyer), yaitu orang yang melakukan pembelian yang aktual, baik bersifat administrasi atau prosesnya.
5)    Pemakai (user), yaitu orang yang menggunakan secara langsung suatu barang atau jasa tertentu dari proses keputusan membeli dan dapat memberikan feedback atau saran kepada keempat pemberi pengaruh di atas.
Menurut The Adapters Curve dari Everret Rogers, keputusan membeli produk yang baru diluncurkan akan sangat bergantung dari karakter pasar atau pembeli dalm menanggung atau menghadapi sebuah risiko dari keputusan tersebut.
Ketika merencanakan strategi promosi dalam memulai penjualan produk, wirausaha perlu mengadopsi pengetahuan dan pemahan tentang siklus hidup produknya.


B.      SOAL ESSAY
1.    Sebutkan salah satu faktor penyebab kegagalan ketika waktu usaha sudah mulai berjalan!
2.    Sebut dan jelaskan 2 anggapan pokok untuk dapat mewujudkan Hukum Permintaan!
3.    Apa yang dimaksud dengan The Law of Diminishing Return?
4.    Sebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen!
5.    Mengapa kondisi ekonomi mempengaruhi perilaku konsumsi seseorang?
6. Ada lima peran yang dimainkan seseorang dalam mengambil keputusan pembelian. Sebutkan!
7.    Apa yang dimaksud dengan decider?
8.    Sebutkan 6 golongan kelas sosial!



Pontianak, 2 Desember 2012


(Ervi)

Sabtu, 25 Agustus 2012

KEWIRAUSAHAAN

Syarat Mendirikan Usaha Baru (MUB)

1.Mengisi formulir surat rekomendasi yang ditujukan untuk walikota/bupati setempat. Dalam formulir surat rekomendasi tersebut, terdapat beberapa data yang harus diisi yaitu sebagai berikut.
• Data pemohon meliputi nama, pekerjaan dan alamat calon pemilik usaha.
• Data tanah meliputi luas tanah (dalam m2), lokasi (kelurahan dan kecamatan), alamat, jenis tanah (darat/sawah), status tanah (tanah sertifikat/akta jual beli/sewa/kontrak), kondisi fisik (tanah kosong/ada bangunan) serta kondisi tanah tersebut saat ini (sudah/belum dibangun).
Kelengkapan-kelengkapan lainnya, meliputi hal-hal di bawah ini.
• Foto kopi KTP
• Foto kopi tanda lunas PBB
• Foto kopi NPWP
• Jika berbadan usaha melampirkan Akte Pendirian Perusahaan
• Bukti kepemilikan tanah
• Gambar situasi
• IMB yang sudah ada bangunan/IMB lama
• Surat ijin tetangga diatas segel Rp. 6000 diketahui Lurah dan Camat
• Surat kuasa apabila dikuasakan diatas materai Rp. 6000

2. Mengajukan permohonan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dengan cara mengisi formulir surat Izin Mendirikan Bangunan yang ditujukan kepada walikota/bupati dengan Cq. Kepala dinas permukiman, disertai dengan persyaratan dokumen yang diperlukan
3. Mengajukan Permohonan Izin Gangguan
4. Mengisi formulir surat pernyataan kesanggupan mematuhi ketentuan teknis
5. Membuat Tanda Daftar Industri (TDI).
Setelah calon pemilik usaha memenuhi syarat-syarat tersebut, maka selanjutnya adalah calon pemilik mengajukan seluruh syarat permohonan pendirian usaha ke Dinas Perindustrian dan Perdagangan setempat.



Konsep Amdal
Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) adalah kajian mengenai dampak besar dan penting suatu usaha dan/atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan di Indonesia. AMDAL ini dibuat saat perencanaan suatu proyek yang diperkirakan akan memberikan pengaruh terhadap lingkungan hidup di sekitarnya. Yang dimaksud lingkungan hidup di sini adalah aspek AbiotikBiotik, dan Kultural. Dasar hukum AMDAL adalah Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun 1999 tentang "Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup".
Dokumen AMDAL terdiri dari :
§  Dokumen Kerangka Acuan Analisis Dampak Lingkungan Hidup (KA-ANDAL)
§  Dokumen Analisis Dampak Lingkungan Hidup (ANDAL)
§  Dokumen Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL)
§  Dokumen Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL)

AMDAL digunakan untuk:
§  Bahan bagi perencanaan pembangunan wilayah
§  Membantu proses pengambilan keputusan tentang kelayakan lingkungan hidup dari rencana usaha dan/atau kegiatan
§  Memberi masukan untuk penyusunan disain rinci teknis dari rencana usaha dan/atau kegiatan
§  Memberi masukan untuk penyusunan rencana pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup
§  Memberi informasi bagi masyarakat atas dampak yang ditimbulkan dari suatu rencana usaha dan atau kegiatan

Pihak-pihak yang terlibat dalam proses AMDAL adalah:
§  Komisi Penilai AMDAL, komisi yang bertugas menilai dokumen AMDAL
§  Pemrakarsa, orang atau badan hukum yang bertanggungjawab atas suatu rencana usaha dan/atau kegiatan yang akan dilaksanakan
§  masyarakat yang berkepentinganyaitu masyarakat yang berpengaruh atas segala bentuk keputusan dalam proses AMDAL yang harus diperhatikan



Siapa Berani Coba?
1. Apa yang Anda ketahui mengenai modal usaha dan sumber-sumber modal usaha?
- Modal usaha adalah sejumlah uang atau harta yang berasal dari pemilik usaha atau pemegang saham yang dapat digunakan untuk membelanjai aktivitas perusahaan dalam menghasilkan produk barang dan jasa.

Sumber-sumber Modal Usaha:
a. Sumber Intern adalah modal atau dana yang dibentuk atau dihasilkan sendiri di dalam perusahaan. Yang termasuk modal usaha intern adalah :
1. Laba Ditahan
Laba ditahan adalah laba yang tidak dibagikan dan di simpan untuk di akumulasikan dalam suatu bisnis setelah deviden dibayarkan.
2. Depresiasi
Depresiasi adalah alokasi jumlah suatu aktiva yang dapat disusutkan sepanjang masa manfaat yang diestimasi.

b. Sumber Ekstern 
Modal yang berasal dari sumber ekstern adalah sumber yang berasal dari luar perusahaan. 
Yang termasuk dalam sumber ekstern modal usaha adalah:
1. Supplier
Supplier memberikan dana kepada suatu perusahaan dalam bentuk penjualan barang maupun mesin-mesin secara kredit, baik untuk jangka pendek (kurang dari 1tahun) maupunjangka menengah (lebih dari 1 tahun dan kurang dari 10 tahun).
2. Bank
Bank adalah lembaga yang berperan sebagai perantara keuangan ( financial intermediary ) antara pihak yang memiliki dana, serta sebagai lembaga yang berfungsi memperlancar lalu lintas pembayaran.
3. Pasar Modal
Pasar modal adalah suatu pengertian abstrak yang mempertemukan dua kelompok yang saling berhadapan tetapi yang kepentingannya saling mengisi, yaitu calon pemodal (investor) di suatu pihak dan emiten yang membutuhkan dana jangka menengah atau jangka panjang di lain pihak.


2. Jelaskan perbedaan dari kebutuhan modal kerja dan modal investasi !
Perbedaan dari kebutuhan modal kerja dan modal investasi :
- Modal Kerja adalah modal yang diperlukan untuk kegiatan sehari-hari. Modal kerja digunakan untuk jangka pendek.
-Modal Investasi adalah modal yang harus dikeluarkan pada awal memulai usaha, dan dipakai untuk jangka panjang.


3. Jelaskan pengertian dan manfaat dari modal investasi dan modal kerja!
Pengertian Modal Investasi dan Modal Kerja :
- Modal Investasi adalah jenis modal usaha yang harus dikeluarkan untuk membangun sebuah usaha , dan biasanya digunakan dalam jangka waktu yang panjang.
- Modal Kerja adalah modal usaha yang harus dikeluarkan untuk membeli atau membuat barang bbarang dagangan yang diperlukan untuk menunjang suatu usaha.

Manfaat Modal Investasi dan Modal Kerja:
- Manfaat Modal Investasi adalah sebagai berikut : 
1. Dapat meningkatkan produktifitas seseorang dalam menjalankan usahanya.
2. Kebutuhan-kebutuhan yang sebelumnya belum dapat terpenuhi dengan adanya modal investasi kebutuhan-kebutuhan tersebut dapat terpenuhi.

- Manfaat Modal Kerja adalah sebagai berikut:
1. Melindungi perusahaan dari akibat buruk berupa turunnya nilai aktiva lancar, seperti adanya kerugian karena debitur tidak membayar, turunnya nilai persediaan karena harganya merosot.
2. Memungkinkan perusahaan dapat beroperasi dengan lebih efisien karena tidak ada kesulitan dalam memperoleh bahan baku, jasa, dan suplai yang dibutuhkan.
3. Memungkinkan perusahaan mampu bertahan dalam periode resesi atau depresi.
4. Memungkinkan perusahaan untuk beroperasi secara ekonomis dan tidak megalami kesulitan keuangan.
5. Memungkinkan perusahaan untuk melunasi kewajiban-kewajiban jangka pendek tepat pada waktunya.
6. Memungkinkan perusahaan untuk dapat membeli barang dengan tunai sehingga dapat mendapatkan keuntungan berupa potongan harga.
7. Menjamin perusahaan memiliki credit standing dan dapat mengatasi peristiwa yang tidak dapat diduga seperti kebakaran, pencurian, dan sebagainya.
8. Memungkinkan untuk memiliki persediaan dalam jumlah yang cukup guna melayanipermintaan konsumennya.
9. Memungkinkan perusahaan dapat memberikan syarat kredit yang menguntungkan kepada pelanggan.


4. Sebutkan pengertian kredit serta fungsi dan manfaatnya!
Pengertian kredit :
Kredit adalah pinjaman sejumlah orang secara sukarela yang diberikan oleh satu pihak kepada pihak lainnya, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam meminjam dari kedua belah pihak.
Fungsi Kredit : 
a. Untuk meningkatkan daya guna uang.
b. Untuk meningkatkan peredaran uang dan lalu lintas uang.
c. Untuk meningkatkan daya guna barang.
d. Untuk meningkatkan peredaran barang.
e. Sebagai alat stabilitas ekonomi.
f. Mengaktifkan atau meningkatkan aktivitas atau kegunaan potensi-potensi ekonomi yang ada.
g. Sebagai jembatan untuk meningkatkan pemerataan pendapatan nasional.
h. Sebagai alat hubungan ekonomi internasional.

Manfaat Kredit : 
-Bagi Debitur yaitu Memberikan keuntungan bagi usaha dengan tambahan modal sehingga usaha pun bisa berkembang lebih besar.
- Bagi lembaga keuangan ( termasuk bank ) yaitu mendapat keuntungan berupa bunga,biaya administrasi,imbalan,provisi, selisih bunga pemberian kredit dan biaya-biaya lain yang dibebankan pada nasabah debitur atau peminjam.

5. Bagaimanakah prosedur pengajuan permohonan kredit ke bank atau lembaga keuangan lainnya?
1. cara mengajukan permohonan kredit kepada pihak bank atau lembaga keuangan lain
a. mengajukan kepada kantor cabang bank pelaksana
b. mengisi daftar isian yang formulirnya sudah disediakan kantor cabang bank pelaksana yang bersangkutan
c. memberikan keterangan yang lengkap dan benar(jujur) mengenai keadaan keuangan dan usaha pemohon.

2. dokumen-dokumen yang perlu dilampirkan dalam permohonan kredit
a. akta pendirian perusahaan dan KTP
b. izin usaha atau SIUP atau izin industri
c. NPWP
d. neraca dan perhitungan rugi atau laba serta laporan aktivitas usaha
e. proposal usaha









PETA KONSEP
1.    PENGERTIAN MODAL USAHA
Setiap kali kita akan memulai usaha tentu hal yang dipikirkan adalah Modal Usaha. Meski modal usaha itu bermacam-macam tidak hanya sekedar materi seperti pada ulasan terdahulu, tetapi pada kesempatan ini akan dibahas mengenai modal usaha yang lebih berkaitan dengan materi. Menghitung dan menginventarisasi modal usaha akan mempermudah kita melakukan proyeksi terhadap bisnis kita. Jika berkaitan dengan lembaga keuangan akan sangat penting untuk mendapatkan kredit dari lembaga keuangan tersebut. Modal usaha biasanya diperoleh melalui Kredit Modal Usaha Yang difasilitasi oleh lembaga-lembaga keuangan.

2.    JENIS MODAL USAHA
Di dalam menjalankan sebuah usaha, ada tiga jenis modal usaha yaitu :
1. Modal Investasi awal
2. Modal Kerja
3. Modal Operasional

Dari ketiga jenis modal usaha tersebut biasanya akan melekat dalam setiap bisnis yang dijalanlan. Pengertian ketiga modal usaha tersebut adalah sebagai berikut:

MODAL INVESTASI AWAL
Modal Investasi awal adalah jenis modal yang harus dikeluarkan pada awal memulai usaha, dan biasanya dipakai untuk jangka panjang. Contoh modal usaha ini adalah bangunan, peralatan seperti komputer, kendaraan, perabotan kantor dan barang-barang lain yang dipakai untuk jangka panjang.
Sebagai contoh jika usaha anda adalah bengkel motor, maka modal investasi awal Anda adalah bangunan, alat-alat perbengkelan, dan perabot lain yang dibutuhkan di bengkel tersebut. Kalau usaha Anda toko, maka modal investasi awal Anda adalah rak, meja, bahkan mungkin juga mesin kasir.
Biasanya, modal udaha ini nilainya cukup besar karena dipakai untuk jangka panjang. Tetapi nilai dari Modal Investasi Awal ini akan mengalami penyusutan dari tahun ke tahun bahkan bisa dari bulan ke bulan. Nilai penyusutan ini harus dihitung, jika sudah bernilai nol harus dilakukan peremajaan lagi.
MODAL KERJA
Modal kerja adalah modal yang harus dikeluarkan untuk membeli atau membuat barang dagangan Anda. Modal kerja ini bisa dikeluarkan setiap bulan, atau setiap datang order.
Sebagai contoh, kalau usaha Anda usaha tempat makan, maka modal kerja yang Anda butuhkan adalah modal untuk membeli bahan makanan. Kalau usaha Anda usaha pembuatan barang kerajinan, maka modal kerja Anda adalah uang yang Anda keluarkan untuk membeli bahan baku. Kalau usaha Anda adalah jasa fotokopi, ya modal kerja Anda uang yang Anda keluarkan untuk membeli kertas, tinta, dan lain sebagainya.
Prinsipnya, tanpa modal kerja, Anda tidak akan bisa menyelesaikan order Anda atau tidak memiliki barang dagangan. Nanti, bisa-bisa Anda malah tidak akan dapat pembeli karena barangnya saja tidak ada. Itulah pentingnya modal kerja.
MODAL OPERASIONAL
Modal yang terakhir adalah modal operasional. Modal operasional adalah modal yang harus Anda keluarkan untuk membayar biaya operasi bulanan dari bisnis Anda. Contohnya pembayaran gaji pegawai, pulsa telepon bulanan, PLN, air, bahkan retribusi.
Pos-pos dalam modal operasional ini pada setiap bisnis umumnya hampir sama. Ini karena pada prinsipnya, yang dimaksud dengan modal operasional adalah uang yang harus Anda keluarkan untuk membayar pos-pos biaya di luar bisnis Anda secara langsung. Jadi, Modal Operasional ini biasanya dibayar secara bulanan.


3.    SUMBER USAHA MODAL
a. Sumber Intern
Modal atau dana yang dibentuk atau dihasilkan sendiri di dalam perusahaan. Yang termasuk modal usaha intern adalah :
1. Laba Ditahan
Laba ditahan adalah laba yang tidak dibagikan dan di simpan untuk di akumulasikan dalam suatu bisnis setelah deviden dibayarkan.
2. Depresiasi
Depresiasi adalah alokasi jumlah suatu aktiva yang dapat disusutkan sepanjang masa manfaat yang diestimasi.

b. Sumber Ekstern 
Modal yang berasal dari sumber ekstern adalah sumber yang berasal dari luar perusahaan. 
Yang termasuk dalam sumber ekstern modal usaha adalah:
1. Supplier
Supplier memberikan dana kepada suatu perusahaan dalam bentuk penjualan barang maupun mesin-mesin secara kredit, baik untuk jangka pendek (kurang dari 1tahun) maupun jangka menengah (lebih dari 1 tahun dan kurang dari 10 tahun).
2. Bank
Bank adalah lembaga yang berperan sebagai perantara keuangan ( financial intermediary ) antara pihak yang memiliki dana, serta sebagai lembaga yang berfungsi memperlancar lalu lintas pembayaran.
3. Pasar Modal
Pasar modal adalah suatu pengertian abstrak yang mempertemukan dua kelompok yang saling berhadapan tetapi yang kepentingannya saling mengisi, yaitu calon pemodal (investor) di suatu pihak dan emiten yang membutuhkan dana jangka menengah atau jangka panjang di lain pihak.

4.    KREDIT
Pengertian kredit :
Kredit adalah pinjaman sejumlah orang secara sukarela yang diberikan oleh satu pihak kepada pihak lainnya, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam meminjam dari kedua belah pihak.
1.    Kredit Investasi Kecil (KIK)
Kredit Investasi Kecil(KIK) adalah kredit yang diberikan oleh bank untuk penambahan modal dalam rangka rentabilitas usaha, perluasan usaha, atau membangun usaha baru.

2.    Kredit Modal Kerja Permanen (KMKP)
Kredit Modal Kerja Permanen(KMKP) adalah kredit produksi atau eksploitasi yang digunakan untuk menutup biaya produksi perusahaan, seperti biaya pembelian bahan baku, bahan penunjang, biaya iklan dan promosi, biaya pemasangan produk, biaya distribusi, atau pembayaran gaji karyawan.
Adapun persyaratan untuk memperoleh kredit (KIK dan KMKP) adalah sebagai berikut.
1.       Pengusaha pribumi.
2.       Pengusaha/perusahaan golongan ekonomi lemah.
3.       Mempunyai usaha yang jelas.
4.       Ada izin usaha atau sedang dalam proses pengurusan .
5.       Tidak sedang menikmati kredit dari bank lain.